Laman

Life Must Go On !

Life Must Go On !
Tulis apa yang ingin kau kerjakan, kerjakan apa yang telah kau tulis !

March 19, 2014

Pasti Bisa !



Aku yang bodoh, atau memang pelajarannya yang sulit?

Itulah pertanyaan yang sering aku tanyakan pada diriku sendiri saat aku tak bisa menyerap materi-materi perkuliahan. Tapi kata Bu Elis, guru SDku. Beliau berkata  “Tidak ada yang bodoh di dunia ini, tapi hanya ada mereka yang malas saja.”

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa aku tidak bodoh, tapi pelajarannya yang memang sulit. Namun jika pelajarannya sulit, mengapa temanku yang lain bisa menyelesaikannya? Aku sudah berusaha untuk belajar dan selalu mempelajarinya kembali. Aku sudah mencoba untuk rajin tapi tetap saja, aku belum bisa.

Contohnya, hari  ini aku sedang belajar Akuntansi. Semua mahasiswa sepertinya antusias namun tidak semuanya. Ada juga mahasiswa yang memperhatikan tapi pikirannya terbang melayang  di awang-awang, terlihat dari raut mukanya yang seperti memelas ingin segera pulang. Setali tiga uang denganku. Aku juga merasa pusing dengan mata kuliah yang satu ini. Aku ingin bisa tapi bagiku itu sangat sulit. Aku mencoba memperhatikan, namun tak ada satupun materi yang aku serap kecuali angka berjuta-juta yang mengitari otakku. Dampaknya, bukannya aku menulis materi Akuntansi tapi malah menulis cerita pendek ini.

Ironis memang. Saat seseorang menekuni suatu bidang tertentu, namun orang itu tidak paham dengan bidang yang sedang ditekuninya maka hal tersebut sungguh disayangkan. Tapi semua itu belum terlambat bukan? Ya! Semua itu belum terlambat. Aku mencoba bertanya pada temanku, dia menjawab dengan sangat lancar seperti tidak menemukan kesulitan. Aku iri padanya karena aku belum bisa sepertinya. Belum bisa menguasai Akuntansi. Jangankan menguasai, menaklukannyapun aku belum bisa. Dapat nilai B saja sudah syukur bahagia. Tapi untuk kali ini harus ada peningkatan lagi. Walau bumi bergoncang, bangunan roboh, aku akan tetap berusaha untuk mendapat yang terbaik.

Aku kembali memperhatikan dosen yang sedang menerangkan, Akuntansi pastinya. Tapi sesekali aku melanjutkan tulisanku ini. Tulisan sekaligus curahan hatiku saat ini, saat belajar Akuntansi disini, di ruang B.2.1 ini. Kadang aku selalu berpikir, “Apa aku tidak cocok kuliah disini? Atau aku tidak berbakat di bidang Akuntansi ini? Atau mungkin aku tidak usah kuliah deh, tapi aku menekuni saja proyek menulisku sampai bisa menjadi buku lalu diterbitkan dan kemudian menjadi buku bestseller. Dengan begitu, terwujudlah keinginanku untuk menjadi seorang penulis.” Wuuuussssssssss….. tapi semua pengandaian itu segera menghilang dari benakku. Banyak yang harus aku pertimbangkan jika sampai aku bertindak seperti itu.

Masalahnya, ya, inilah masalahnya. Aku takut tidak bisa menyelesaikan kuliah Akuntansiku. Jika saat ini saja aku masih belum bisa serius. Aku masih selalu menulis cerita disaat mahasiswa yang lain sibuk memperhatikan dosen didepan. Tapi mau bagaimana lagi, aku hanya bisa menulis seperti ini. Sebenarnya telingaku fokus mendengarkan dosen, tapi pikiran ya fokus untuk menulis cerita ini. Hehe
“Duuuuhhh yang lagi serius nulis.” Roro temanku mengagetkanku. Aku langsung menutup tulisanku. Tulisan yang aku tulis dibuku tugas Akuntansi. “Eh Roro hehe, aku bingung nih kok yang nomer empat jurnalnya kayak gini?” aku so’ so’an menanyakan soal padahal  materinya saja aku belum mengerti. “Ampun deh!” kata Roro sambil tepok jidat. Aku hanya bisa senyum manis. “Katanya belum bisa, belum ngerti tapi malah fokus ke yang lain bukannya memperhatikan bapak.” Nasihat yang sering Roro ucapkan padaku saat aku tidak fokus pada pelajaran. “Ya maaf. Abisnya bingung mau ngapain lagi. Daripada tidur, tidak menghasilkan apapun.” Roro hanya menggelengkan kepala dan aku hanya menggaruk-garuk kepala, padahal tidak gatal. “Selalu bilang begitu, Ijah, Ijah.” Namaku Zahra. Nama yang bagus bukan? Tapi dipanggilnya Ijah, menyebalkan bukan?.

Ternyata, dibalik obrolan kami ada peran lain dibelakangnya. Pak Danny, sudah lama standby berdiri dibelakang kami. “Ekhhmm, coba Zahra kerjakan nomer dua dan kamu Roro kerjakan nomer tiga!” ini nih, ini yang paling aku takutkan. Jantungku berdetak begitu sangat kencang, layaknya atlet marathon yang sedang berlari sangat cepat tanpa henti. Aku melirik Roro, dia senyum sumringah karena aku tau dia pasti bisa mengerjakannya. Dan aku? keringat dingin mulai keluar, ruangan ini terasa sangat panas, akupun bingung mengapa bisa begitu. Kami berdua langsung maju ke depan. Roro dengan sangat lancarnya mengerjakan soal Akuntansi yang hampir satu papan tulis terisi penuh. Aku masih mencoba memutar otakku, otak kiri Zahra,otak kiri, bukan otak kanan.

Aku membaca soal dan mencoba mengerjakan sambil mengintip materi yang ada dibaliknya. Alhasil, aku bisa menyelesaikannya waahhhh komplit dengan income statement yang biasanya aku stuck disitu dan tak bisa lagi berbuat apa-apa. Tapi sekarang, rasanya bagai terbang diawan ditaburi bintang, berkedap-kedip kegirangan. Lebay memang. Tapi kenyataannya aku sangat bahagia bisa menyelesaikan soal Akuntansi itu. Aku kembali duduk dengan membawa senyuman dan kebahagiaan. “Selesai, Pak.” Dan Pak Danny membalas senyumanku sambil berkata, “Tidak sulit bukan? Bapak lihat kamu bisa menyelesaikannya dengan caramu sendiri. Harus lebih giat lagi Zahra. Ini soal tergolong sulit, tapi kamu bisa kan? Jadi, harus banyak latihan lagi. Kalau kamu senang menulis, itu bagus, tapi jangan menulis saat belajar karena konsentrasimu jadi terbagi.” Pak Danny memujiku atau memarahiku ya? Tapi tak apa, aku mulai menghapuskan pikiran negatifku. Ternyata aku bisa dan mampu jika aku mau dan punya keinginan. Bukan karena deg-degan dan desakan. Tapi ini berasal dari hati.

Hal ini membuktikan bahwa tidak ada sesuatu yang sulit jika kita mau mengerjakannya. Tidak akan ada yang bodoh jika tidak malas. Tidak akan Allah SWT memberi ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya. Ada kalanya dimana saat kita harus belajar dan ada pula saat dimana kita untuk berkarya. Kini selalu terpatri dihatiku bahwa Akuntansi Pasti Bisa! Namun bukan hanya mata kuliah Akuntansi saja, tapi mata kuliah yang lainpun aku pasti bisa. Man Jadda Wa Jada! Ya, siapapun yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil. Dan aku, pasti akan berhasil mengalahkan, menaklukan dan menguasai Akuntansi. Pasti!

No comments: